Pemanfaatan AI untuk Content Ideation

AI dan Perannya dalam Content Ideation dan Riset Trend Topik pada Brand

Era konten serba cepat seperti sekarang ini melihat keberhasilan brand tidak hanya bergantung pada kualitas produk atau jasa namun juga memperhatikan relevansi topik yang diangkat pada konten sesuai minat audiens saat ini atau tidak dan implementasi serta eksekusi yang matang sehingga menjadi salah satu yang menonjol di berbagai platform media digital. Pada masa inilah kecerdasan buatan atau yang biasa disebut Artificial Intelligence (AI) berperan mempercepat proses penemuan ide, validasi potensi topik, dan menyelaraskan konten dengan tren serta kebutuhan bisnis Anda.

Mengapa AI Penting untuk Ide Konten?

Masa-masa awal perkembangannya, AI hanya dipergunakan sebagai alat bantu dalam proses kreatif seperti penggunaan fitur koreksi pada teks atau pencarian rekomendasi latar musik dalam proses pembuatan video. Namun, seiring berjalannya waktu, AI bukan hanya sebuah alat namun juga menjadi mitra dalam proses penciptaan konten. Aspek-aspek yang membuat AI semakin penting dilibatkan dalam proses kreatif yaitu dapat dilihat dari: 

  1. Kecepatan dan skala: AI  mampu memindai ribuan sumber dalam menemukan pola dan celah pada konten
  2. Objektivitas berbasis data: Tim kreatif mendapatkan kesempatan untuk memperluas data yang digunakan dalam pembuatan konten melalui volume, pertumbuhan, serta sentimen pencarian sehingga tidak hanya bertumpu pada intuisi semata
  3. Personalisasi dan otomatisasi:  Salah satu kekuatan dari pertumbuhan AI adalah kemampuannya dalam menganalisis secara akurat dalam waktu yang relatif cepat sehingga dapat membantu menyesuaikan angle konten untuk segmen audiens yang berbeda-beda
  4. Keterkaitan bisnis: Insight trend tidak hanya mengarahkan pada topik-topik organik, tetapi juga menyesuaikan strategi distribusi dan anggaran iklan dengan berbasis performa kampanye 

Dari Data ke Ide Konten

Penggalian sumber data sebagai salah satu bahan dalam menghasilkan suatu ide konten dibutuhkan untuk mematangkan konsep kreatif yang dilakukan oleh sebuah brand. Penggalian pola tersembunyi, informasi dan pengetahuan data dalam skala besar diperlukan perusahaan untuk mengetahui trend, perilaku, dan preferensi dari konsumen yang dapat digali dengan menggunakan AI. Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum menghasilkan sebuah id konten antara lain: 

  • Mining tren:  Kegiatan mengumpulkan data melalui Google Trends, platform sosial seperti X, TikTok, Instagram, dan Threads, marketplace, serta dalam forum publik. AI melakukan spike detection (lonjakan minat) dan topic clustering (mengelompokkan percakapan serupa) sehingga mampu memberikan gambaran terkait ide konten yang brand butuhkan 
  • Analisis kata kunci dan niat pencarian: Suatu proses pemaham yang dicari oleh pengguna saat menginput frasa atau pertanyaan dalam mesin pencarian. Model NLP mengklasifikasi informasional, komersial, transaksional, memetakan kata kunci utama serta turunan, dan mengidentifikasi pertanyaan populer.
  • Analisis sentimen dan gap konten: Kegiatan yang mengkategorikan, mengidentifikasi, serta menilai pendapat dalam sebuah teks dalam menentukan respon dari audiens terhadap topik, brand, dan kompetitor tertentu serta menemukan celah dan pertanyaan yang sering diajukan tetapi belum terjawab secara tuntas
  • Skoring peluang: sebuah proses evaluasi ide berdasarkan berbagai faktor yang berpotensi dalam keberhasilan implementasi konten serta dampaknya terhadap brand. Proses ini menggabungkan variabel volume, pertumbuhan, kompetisi, kesesuaian brand, dan potensi konversi menjadi skor prioritas

Alur Kerja (Workflow) Praktis dalam Generate Idea Content Menggunakan AI

Alur kerja yang praktis dapat diterapkan pada bisnis dalam menghasilkan id konten yang menarik dan sesuai dengan preferensi target market dengan menggunakan AI meliputi:

  1. Definisikan tujuan

Awareness, engagement, atau konversi Tentukan dua sampai tiga persona prioritas

  1. Kumpulkan data tren:
    • Query kata kunci inti + variasi long-tail
    • Tarik percakapan sosial 30–90 hari terakhir
    • Ambil topik yang memanas (pertumbuhan mingguan)
  2. Proses dengan AI:
    • Topic modeling (LDA/BERT) untuk mengelompokkan tema
    • Sentiment analysis untuk mengukur persepsi
    • Intent classification untuk memetakan niat pengguna
  3. Skoring & pemilihan topik:
    • Buat skor: (Volume x Pertumbuhan x Kesesuaian Persona) ÷ (Kompetisi + Risiko)
    • Pilih 10–20 topik dengan skor tertinggi
  4. Kembangkan angle & format:
    • Minta AI menghasilkan 3–5 angle per topik (edukatif, opini, studi kasus, taktis)
    • Tentukan format: artikel blog, carousel, video pendek, webinar, atau email seri
  5. Validasi cepat (pre-test):
    • Uji judul/thumbnail dengan A/B testing skala kecil
    • Pantau CTR/engagement awal 24–72 jam
  6. Produksi & distribusi:
    • Buat brief konten dari kerangka AI, lalu poles oleh editor manusia
    • Pilih kanal distribusi dan sinkronkan paid support sesuai potensi performa
  7. Optimasi berkelanjutan:
    • Feed ulang performa ke model untuk mengasah rekomendasi di iterasi berikutnya

Integrasi dengan Iklan: Penyesuaian Anggaran Berbasis Performa

Wawasan tren yang dihasilkan AI sebaiknya langsung mengalir ke pengelolaan anggaran iklan:

  • Prediksi performa: Model memproyeksikan CTR dan CPL per topik/angle.
  • Alokasi dinamis: Naikkan anggaran ke ad set yang membawa lead berkualitas misalnya pada time on page yang tinggi dan demo request serta turunkan untuk yang stagnan
  • Kreatif adaptif: Gunakan AI untuk menghasilkan variasi kreatif (teks/visual) dari topik unggulan, lalu jalankan multi-armed bandit atau A/B untuk mempercepat pembelajaran.
    Sinyal balik: Masukkan kembali data performa iklan untuk memperbarui skor prioritas topik organik dan paid.

Risiko dan Mitigasi

Perkembangan AI dalam membantu bisnis menghasilkan ide konten tidak luput dengan berbagai risiko yang dapat meliputi berbagai aspek. Dari risiko tersebut terdapat juga mitigasi untuk menghindari adanya kecenderungan dominasi penggunaan AI dalam proses kreatif pada hasil konten. Hal tersebut meliputi:

  • Echo-chamber tren: Semua brand mengejar topik serupa hanya  berbeda di angle unik, POV ahli, serta data eksklusif
  • Hallucination: Gunakan AI dalam menyertakan sumber serta tautan referensi yang nantinya bisa dilakukan dengan verifikasi  secara manual
  • Privasi dan kepatuhan: Pastikan data pelanggan anonim dan patuhi regulasi yang ada
  • Over-otomasi: Jangan hilangkan sentuhan kreatif manusia dan gunakan AI sebagai copilot atau alat bantu bukannya pengganti peran pada proses kreatif 

Penutup

AI mengubah cara brand menemukan dan memvalidasi ide konten: lebih cepat, lebih relevan, dan lebih terukur. Kunci sukses dalam menghasilkan karya konten yaitu dengan menggabungkan kecerdasan mesin dengan intuisi kreatif manusia, menghubungkan riset tren dengan produksi konten, serta menyinkronkan hasilnya dengan alokasi anggaran iklan yang dinamis berbasis performa kampanye. Melalui siklus belajar yang terus-menerus, konten Anda tidak sekadar hadir di linimasa saja tetapi berdampak juga pada brand bisnis. Maka dari itu, Anda dapat menggunakan jasa Nayaraya untuk mengembangkan brand awareness pada perusahaan Anda sehingga mampu menaikkan leads dan meningkatkan produktivitas bisnis Anda. Hubungi kami sekarang untuk mendapatkan info lebih lanjut terkait ini!